Jumat, 15 Oktober 2010

kawanku

tanganku terus berpacu merangkai kata
semua kenangan yang terbesit akan kulukiskan
dan mungkin tak sepenuhnya

angin malam, sampaikan pesan ini
untuk kawan-kawanku yang kucinta dan kusayang
kawan dengarlah yang akan aku katakan
hai kawan, ingatkah hari pertama ketika kita bertemu dan bertegur sapa
hai kawan, ingatkah kau ketika kita saling berbagi
suka dan duka sering kita lewati bersama
ketika aku merasa sendiri kaulah yang selalu menemaniku
semua mudah karenamu kawan
saat kau mempunyai kawan baru
janganlah lupakan kawan lama
jikalau mungkin kau sudah tak berada di sisiku lagi
satu pintaku untuk semua ini
jangan lupakan semua kawan
jabatlah erat tanganku
kau tak akan pernah sendiri

karena kita untuk selamanya

Minggu, 10 Oktober 2010

10.10.10

in this day, nothing special for me
everything is gonna be same than before
i just wake up in the morning
take a bath, and attending a World Walking Day
my bestfriend got his boyfie today
he's not talked to me
but i hope they will be a good couple ever

and my wished today is
Espérons que tous ce qui arrive est le meilleur pour moi :')

Senin, 04 Oktober 2010

When You Love Somenone

I love you but it’s not so easy to make you here with me

I wanna touch and hold you forever

But you’re still in my dream

And I can’t stand to wait ‘till nite is coming to my life

But I still have a time to break a silence

When you love someone

Just be brave to say that you want him to be with you

When you hold your love

Don’t ever let it go

Or you will loose your chance

To make your dreams come true…



I used to hide and watch you from a distance and i knew you realized


I was looking for a time to get closer at least to say… “hello”

And I can’t stand to wait your love is coming to my life

When you love someone

Just be brave to say that you want him to be with you

When you hold your love

Don’t ever let it go

Or you will loose your chance

To make your dreams come true…



And I never thought that I’m so strong


I stuck on you and wait so long

But when love comes it can’t be wrong

Don’t ever give up just try and try to get what you want

Cause love will find the way….

When you love someone

Just be brave to say that you want him to be with you

When you hold your love

Don’t ever let it go

Or you will loose your chance

To make your dreams come true…

Senin, 06 September 2010

storia

Princesse Andreia Astre

Gadis cilik berumur sembilan tahun itu berlari-lari mengejar kupu-kupu di halaman rumahnya. Kakaknya yang umurnya hanya beda satu tahun dengannya, sedang duduk di teras dengan boneka barbienya. Kegembiraan dan kesenangan itu dalam sekejap hilang tak tersisa. Bunyi nyaring telepon sore itu membuat semua orang tak kuasa menahan segala rasa kepedihannya. Bak tamparan yang begitu keras, gadis kecil dan kakaknya itu menangis tersedu-sedu dipangkuan neneknya.

Mereka tak tahu kemana mereka harus berlari dan meminta pertolongan. Bunda mereka yang selama ini selalu berada di samping mereka, kini telah pergi untuk selama-lamanya. Beberapa bulan terakhir Ibunda mereka menjadi penghuni setia salah satu kamar rumah sakit. Kanker rahim yang dideritanya sudah memasuki stadium akhir. Dan akhirnya dia pergi untuk selama-lamanya sore ini.

“Andreia, Aleia, gadis-gadis kecilku…”, suara lirih yang juga tak bisa memendam rasa kesedihannya mendekati kursi goyang.

Kedua anaknya berlari kehadapannya dan memeluknya erat. Air mata yang sebenarnya tak ingin diperlihatkan kepada kedua anaknya menetes deras. Orang-orang disekelilingnya juga tak bisa menahan air mata mereka.

***

Dia sedang duduk di bebatuan tepat di samping mobil hitamnya. Mengamati seseorang di seberang yang sedang asik bercerita dengan temannya. Ini memang bukan pertama kali mereka bertemu setelah tiga tahun berpisah. Namun berada satu sekolah dengannya lagi adalah sesuatu yang ditunggu-tunggunya selama ini.

Tak mau pikir panjang, Andreia-lah yang selama ini dinantinya sudah ada di depan mata. Sekarang tinggal bagaimana dia mendekati lalu berusaha mendapatkan gadis itu.

Mudah saja bagiku untuk mendapatkan dia. Karena sekarang aku sudah berbeda dari yang dulu. Atau mungkin bisa dikatakan aku berubah untukknya. Andreia, cinta pertamaku yang akan menjadi cinta matiku…

Bahkan dia tak tau seberapa jauh dia menginginkan Andreia. Yang dipikirkannya hanyalah bagaimana Andreia jatuh kepelukannya dan bisa berada di sampingnya. Tanpa berpikir bahwa akan ada orang yang tersakiti karena ambisinya ini.

***

Andreia memang cantik. Andreia memang pintar. Andreia, she’s so cutie. Yes, It’s right. Tapi pantaskah dia sebagai orang yang tidak terlalu mengenal Andreia dewasa ini, berkata bahwa tak sepenuhnya Andreia berhak atas semua pujian itu?

Atau mungkin dia hanya cemburu kepada Andreia atas segala yang dimiliki Andreia? Dia belum tahu jawabannya.

Dia ingin berusaha menjadi teman dekat Andreia lagi seperti mereka masih kanak-kanak dulu. Namun entah Andreia yang berubah atau memang ada sebuah perasaan yang mengganjal hatinya, sehingga pertemanan mereka sudah tidak bisa seperti dulu lagi. Semua itu dirasa benar-benar ganjal, ketika dia mengucilkan Andreia, dia merasa tak tega. Ketika dia tak ingin mengacuhkan semua itu, dia merasa harus mengacuhkannya.

Karena mungkin dia merasa tak rela orang yang dicintainya ternyata menjadi pengagum Andreia, Elan.

***

Malam ini mereka pulang bersama. Andreia dan Elan jalan bersebelahan, Aluna ada tepat di belakang mereka. Sungguh baru kali ini setelah kesekian kalinya Aluna melihat Andreia dan Elan jalan berdua, Aluna merasakan hatinya serasa ditusuk-tusuk.

Hujan rintik-rintik membuatnya semakin merasa sakit. Dia tak punya tempat untuk berlindung. Sedangkan Andreia dengan tenang berlindung di bawah payungan jaket Elan. Sungguh Aluna benar-benar merasakan sesuatu yang menyiksa. Elan memang tak tahu kalau Aluna mencintainya. Aluna merasa dia bersalah mencintai Elan, karena Elan terlalu jauh untuk dirinya.

Andreia, gadis yang sekarang telah punya segala. Seorang putri bagi Elan yang harus disanjung dan dijaganya. Bahkan Elan sudah menganggap Andreia sebagai cinta matinya. Namun Aluna merasa ganjal dengan perasaan Elan kepada Andreia. Aluna takut kalau Andreia tidak mencintai Elan sebagaimana Elan mencintai Andreia. Karena di pandangan Aluna, Andreia tak pernah menganggap serius ucapan Elan yang diperuntukkan kepadanya. Namun apa hak Aluna untuk melarang Elan mencintai Andreia?

Aluna bukan siapa-siapa. Aluna hanya teman Elan, bahkan bukan teman dekat. Elan bahkan tak mengacuhkan keberadaan Aluna.

Lalu Aluna-kah yang salah jika Elan tak pernah melihatnya? Atau salah Elan yang tak pernah peka dengan keadaan di sekitarnya? Aluna juga tak bisa menyalahkan Andreia karena perasaan Elan kepadanya.

Mungkin memang takdir Andreia mendapatkan semua yang diinginkannya. Aluna hanya bisa berbisik kepada dirinya sendiri, biarkanlah Andreia menjadi seseorang yang punya segalanya. Mungkin memang doa ibunya untuk Andreia.

“My Princesse, Andreia Azura Astre…”, bahkan Elan juga membisikkan hal itu di telinga Aluna sebelum di membukakan pintu mobil untuk Andreia.

Mobil hitam itupun melaju pergi meninggalkan Aluna sendiri di tepi jalan. Hujan rintik telah usai, namun mulai menghujani hati Aluna. Ditemani bintang malam, Aluna menangis sendiri di jalan ini.

Senin, 08 Maret 2010

something about .. i don't know

kau tidak akan pernah tahu
kapan rasa itu secara diam-diam
menyelinap masuk ke dalam hatimu secara perlahan
dan ketika kau menyadari itu
kau merasa sakit
kau bingung apa itu
kau tidak tahu itu perasaan apa
sampai kau akan merasakan sebuah rasa
yang kau sendiri tidak bisa menentukannya

on ne sait jamais
tout sentiment d'secrètement
faufiler dans votre cœur lentement
et quand vous réalisez que
vous vous sentez malade
vous vous demandez ce qu'il
vous ne savez pas ce que ce sentiment
jusqu'à ce que vous ressentirez un sentiment de
que vous-même ne peut pas déterminer


you never know
when feeling it secretly
sneak into your heart slowly
and when you realize that
you feel sick
you wonder what it
you don't know what that feeling
until you will feel a sense of
which yourself can not determine

Jumat, 05 Maret 2010

THERE SEEMS TO BE ANOTHER

i don't know what it is
but i feel there seems to be another
and i feel very confused about everything that happened


Kubuka mata yang rasanya sangat berat. Semua masih terlihat samar dimataku. Kukedipkan mataku beberapa kali dan kuusap setelah itu. "Selamat pagi", kata hatiku. Ingin rasanya kujalani hari seperti biasa.
Tapi malam ini, aku mengedipkan mata atas apa yang hari ini kualami. Bukan untuk mengucapkan "Selamat malam", tapi aku mengucapkan "apa yang terjadi hari ini". Aku berkedip-kedip, tapi dunia masih terlihat samar dimataku. Ada yang berbeda, sangat berbeda.
Pagi hari ketika kumembuka mata berharap hari ini baik. Banyak kejutan yang tak terbayangkan olehku hari ini. Benar, dan itu sangat benar.
Seolah hari ingin membuat hatiku lelah.
Benar saja, hatiku lelah menerima hari ini.

Sore tadi, aku tidak bisa berbohong bahwa aku ingin menangis. Sampai orang terharu melihatku, terharu sebagai bahan leluconnya.
Hatiku serasa bergejolak. Mungkin aku tau apa ini, tapi aku tidak bisa benar-benar mengerti.
Sudah kukatakan jangan terlalu jauh.

Senin, 22 Februari 2010

Senin, 08 Februari 2010

votre sourire tourné mon monde
LAUT :) LAUT :)
senyummu mengalihkan duniaku
sayang sayang sayang

Jumat, 29 Januari 2010

Menunggu Hujan

“Kau janji?,” tanya Christabel.
Bryan meyakinkan Christabel, “Ya,”
Bryan memeluk Christabel. Dalam hati dia merasa sangat tenang jika berada di samping Christabel. Begitu juga Christabel yang merasa sangat nyaman dipelukan Bryan.
Bryan lalu melepaskan pelukannya dari Christabel dan memandang gadis itu. Akhirnya Bryan pergi meninggalkan Christabel untuk pulang ke Jepang. Christabel tidak dapat mencegah Bryan pergi, karena Bryan pergi untuk kembali, dia yakin dan sangat yakin.
^^^
Christabel sedang menunggu hujan reda di café tempat dia bertemu dengan Bryan sore itu. Dia berharap akan melihat pelangi kembali. Christabel melayangkan matanya ke jendela dan melihat beberapa anak berkeliaran di trotoar jalanan, menari-nari diiringi rintik hujan. Dari pojok ruangan, Christabel tersenyum.
“Andai Bryan ada di sini,” katanya dalam hati.
Christabel kembali memandang hujan yang tak mau berhenti mengejeknya. Alunan musik dari dalam café membuatnya sedikit terhibur. My Heart Will Go On, lagu yang sedang dimainkan oleh pianis café. Christabel tidak menyadari air matanya menetes.
Christabel kembali memandang ke luar jendela. Seorang lelaki lewat membawa rangkaian bunga mawar putih di tangan kirinya. Jalannya tergesa-gesa, tangan kanannya memegang topi untuk menutupi wajahnya dari rintik hujan. Dia menabrak penjual koran yang sedang berteduh. Salah satu mawar jatuh dari rangkaiannya. Mawar itu kini tergeletak di trotoar. Ditendang-tendang orang yang berlalu lalang. Tapi mawar itu tetap utuh. Walau mulai terlihat sedikit layu.
Christabel melihat ke ujung jalan, ada seorang gadis kecil berlari. Dia memungut mawar itu. Sempat dia melihat Christabel, dan tersenyum kepadanya. Christabel membalas senyum gadis kecil itu lalu menyeka air matanya.
Lewat setengah jam, Christabel keluar dari café itu dan berjalan dengan agak sempoyongan. Dia merasa kepalanya pusing. Hujan memang sudah reda, tapi Christabel masih merasakan rintik hujan mengenai pipinya. Dia merasakan ada yang sedang berlari ke arahnya, Christabel lalu menghantikan langkahnya.
Christabel menengok ke belakang, seorang gadis kecil dengan mawar ditangannya sedang berlari.
Ketika gadis itu sudah sampai di depan Christabel, dia tersenyum dan berkata, “Bunga mawar ini untuk kakak,”
Christabel merasa heran. Dia akhirnya tersenyum dan mengaluarkan tangan dari saku jaketnya untuk menerima bunga mawar itu.
“Kakak yang sedang menanti,” katanya lagi dengan semangat.
Christabel mengelus-elus kepala gadis kecil itu. Dia girang. Christabel hanya tersenyum dan menurunkan tangannya.
Gadis kecil itu masih berusaha mengatur napasnya dan berkata, “Rose. Namaku Rose,”
Christabel memandang mata gadis kecil itu. Matanya dalam dan tulus, begitulah menurutnya. Sesaat mereka hanya terdiam sampai Ibu si gadis kecil itu memangggilnya. Lalu dia berlari meninggalkan Christabel.
Christabel terdiam sejenak dan kembali berjalan sambil memandangi bunga mawar yang kini ada ditangannya.
“Rose dan bungar mawar putih yang layu,” gumamnya.
Christabel berjalan ke pemberhentian metro.
Dalam hati dia kembali berharap, “Semoga kau tepati janjimu untuk kembali ke Paris, Bryan,” dan angin berhembus merdu membawa kelopak mawar yang ada digenggaman tangan Christabel.
^^^
Christabel masih setia menunggu di bangku taman dekat Arc de Triomphe. Penantiannya terhadap kedatangan Bryan dirasa sudah satu tahun, padahal baru bulan lalu Bryan meninggalkan Paris. Dua jam Christabel hanya duduk di bangku itu dan membaca kembali buku Paris Je T’aime yang dihadiahkan Bryan untuknya.
Langit memang tidak mendung. Tapi Christabal merasakan hujan membasahi tubuhnya. Ketika dia berniat pergi dari situ sebelum hujan bertambah deras, Christabel tidak merasakan rintik hujan mengenai tubuhnya lagi, padahal di sekitar hujan malah bertambah deras.
Christabel menengok ke atas untuk memastikan, dan saat itulah dia sadar ada yang memayunginya dari atas dengan jaketnya. Senyum tersungging dari bibirnya ketika mengetahui siapa orang yang telah memayunginya dengan hujan itu.
Christabel terlonjak dan memeluk orang itu.
“Kuyakin kau pasti akan kembali,” kata Christabel.
“Dan aku tidak akan mengingkarinya,”
“Jangan pergi lagi, Bryan,” Christabel mengeratkan perlukannya.
Bryan dan Christabel tidak mau beranjak dari situ walau hujan membasahi diri mereka.
“Kenapa kau malah mengajakku bermain hujan, Christabel?,” Bryan tersenyum.
“Yang penting hujan itu sudah tidak lagi menggenangi hatiku tanpa dirimu,”.
Mereka tersenyum bersama di bangku itu, di taman dekat Arc de Triomphe, di Paris.

Secondhand Serenade - Your Call :)

Waiting for your call, common sick,common I'm angry
common I'm desperate for your voice
Listening to the song we used to sing
In the car, do you remember
Butterfly, Early Summer
It's playing on repeat, Just like when we would meet
Like when we would meet

Cause I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to, to make you mine
Stay with me tonight

Stripped and pollished, I am new, I am fresh
I am feeling so ambitious, you and me, flesh to flesh
Cause every breath that you will take
When you are sitting next to me
Will bring life into my deepest hopes, What's your fantasy?
(What's your, what's your...)

I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to, to make you mine
Stay with me tonight

And I'm tired of being all alone, and this solitary moment makes me want to come back home
[X4]
(I know everything you wanted isn't anything you have)

I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to, to make you mine
Stay with me tonight

I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to, to make you mine
Stay with me tonight
(I know everything you wanted isn't anything you have)

Senin, 18 Januari 2010

i can't love you !
no i can't !
although i did'nt know why
i must not love you !