Pernah sekali rasa itu terlintas dipikiranku. Karena saat itu aku sedang digenggam dalam kemarahan. Perlahan kuhembuskan nafasku , mataku berkaca-kaca. Entah aku juga tak mengerti , pikiran maupun hatiku merasa sangat pedih. Kucari alasan tapi tak kutemukan. Aku kecewa pada diriku sendiri. Air mataku menetes , dan semakin deras. Dipojok ruangan aku menulis ini. Meski suara orang di sekitarku bergemuruh namun tetap saja , disini rasanya sendiri. Suara mereka seakan hanya angin tanpa suara melintasi benakku. Namun kejadian minggu lalu terasa masih segar , masih teringat jelas. Suaranya yang seperti petir bergemuruh masih terngiang-ngiang di seluruh penjuru otakku , menakuti , dan menutup seluruh rongga hatiku.
Oh Tuhan sampai kapan ini berakhir? Tanyaku dalam hati. Air mataku belum kering , seolah tak ingin berhenti untuk terus menjatuhkan butir-butir air mata. Sekarang disini hanya aku. Seorang Putri yang sedang menangis menyesal akan dirinya sendiri. Ya , aku mengaku salah. Bahkan tak ada orang yang kuanggap salah melebihi diriku sendiri. Aku bukan dia , mereka atau siapapun. Aku hanya Putri , si cengeng yang senang menangis menyendiri.
Aku tak akan letih menangis. Tak sekalipun bila ada yang melarangku. Ah .. Sudah .. Biarlah .. Aku tak akan peduli itu. Tak juga mereka yang akan peduli padaku. Egois .. Ya .. Biarlah orang yang akan berkata semaunya. Karena aku disini hanya Putri yang hanya bisa menangis dan tak bisa melakukan apa-apa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar