Sunday, February 19, 2012
Seseorang berbicara padaku tentang sesuatu, yang merubah pemikiranku tentangnya selama ini. Tentang apa yang disebut RAHASIA, PRIVASI, PERASAAN, NALURI DAN PERBEDAAN.
Yang semakin dipikir semakin membuatku tak percaya bahwa pria mengerti hati wanita.
Yang semakin ku pikir tak ada seorang pria yang bisa merasakan apa yang seperti wanita rasakan.
Tantang perasaan dan naluri seorang wanita yang diabaikan oleh pria...
Yang membuatku semakin merasa tidak percaya bahwa akan ada seorang pria yang bisa mengerti perasaan seorang wanita yang mencintainya sekalipun sang pria tak mencintai wanita itu.
Bisakah mereka menghargainya?
Aku menghela napas panjang memikirkannya.
Aku semakin tak percaya, semakin tak punya kepercayaan pada mereka lebih tepatnya.
Pengecualian bagiku hanya ada pada sosok bernama AYAH, dan guru Bahasa Indonesia.
Perasaanku semakin dibuat kacau, mangkel dan dongkol!
Untuk saat ini aku benar-benar membencinya. Atau mungkin membenci mereka.
Adakah sedikit rasa pengertian yang mereka berikan kepada seorang wanita ketika wanita itu memberikan perhatian utuh untuk mereka?
Ketika wanita itu berusaha menekan perasaannya sendiri untuk mendalami perasaan mereka?
Mungkin aku masih terlalu belia untuk memikirkan hal seperti ini. Belum cukup dewasa.
Tapi seperti apa kata orang, umur tak bisa mengukur seberapa dewasa pemikiran seseorang!
Mungkin ini terlalu menjadi pemikiran yang hanya menjadi ambigu,
tapi ini yang aku rasakan saat ini.
Saat dimana yang kurasakan benar-benar berada ditingkat kejenuhan..
Saat apa yang tengah aku rasakan seakan benar-benar sia-sia walaupun sudah dijelaskan...
Terima kasih untuk orang yang telah membuatku berpikir seperti ini.
Terima kasih karena telah memberiku sebuah kata-kata yang kucerna untuk kujadikan sebuah pembelajaran.
Seseorang berbicara padaku tentang sesuatu, yang merubah pemikiranku tentangnya selama ini. Tentang apa yang disebut RAHASIA, PRIVASI, PERASAAN, NALURI DAN PERBEDAAN.
"Ada sebuah jarak yang memang tak terjamah dan sulit untuk dimengerti antara makhluk bernama pria dan wanita" - ipsDan sekarang, aku tak habis pikir. Apa yang sebenarnya seorang pria mau ketika dia tahu bahwa ada seseorang yang mencintainya dengan tulus?
Yang semakin dipikir semakin membuatku tak percaya bahwa pria mengerti hati wanita.
Yang semakin ku pikir tak ada seorang pria yang bisa merasakan apa yang seperti wanita rasakan.
Tantang perasaan dan naluri seorang wanita yang diabaikan oleh pria...
Yang membuatku semakin merasa tidak percaya bahwa akan ada seorang pria yang bisa mengerti perasaan seorang wanita yang mencintainya sekalipun sang pria tak mencintai wanita itu.
Bisakah mereka menghargainya?
Aku menghela napas panjang memikirkannya.
Aku semakin tak percaya, semakin tak punya kepercayaan pada mereka lebih tepatnya.
Pengecualian bagiku hanya ada pada sosok bernama AYAH, dan guru Bahasa Indonesia.
Perasaanku semakin dibuat kacau, mangkel dan dongkol!
Untuk saat ini aku benar-benar membencinya. Atau mungkin membenci mereka.
Adakah sedikit rasa pengertian yang mereka berikan kepada seorang wanita ketika wanita itu memberikan perhatian utuh untuk mereka?
Ketika wanita itu berusaha menekan perasaannya sendiri untuk mendalami perasaan mereka?
Mungkin aku masih terlalu belia untuk memikirkan hal seperti ini. Belum cukup dewasa.
Tapi seperti apa kata orang, umur tak bisa mengukur seberapa dewasa pemikiran seseorang!
Mungkin ini terlalu menjadi pemikiran yang hanya menjadi ambigu,
tapi ini yang aku rasakan saat ini.
Saat dimana yang kurasakan benar-benar berada ditingkat kejenuhan..
Saat apa yang tengah aku rasakan seakan benar-benar sia-sia walaupun sudah dijelaskan...
Terima kasih untuk orang yang telah membuatku berpikir seperti ini.
Terima kasih karena telah memberiku sebuah kata-kata yang kucerna untuk kujadikan sebuah pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar