Berlari
mengejarmu dalam senja yang meninggalkan petang
Kau sesekali
menoleh memberiku celah untuk tersenyum, tapi kau tetap berlari.
Terkadang
aku lelah dan berhenti, kau terus berlari bahkan sampai mataku tak mampu
menangkap bayangmu lagi.
Dipersimpangan
mana mungkin kau akan berbelok. Lalu muncul lagi jauh di depanku, namun masih
dalam batas pandangku.
Berhenti
sejenak, kau mencoba mengoyak rasaku lewat senyummu. Dan membuatku semakin
layu.
Dulu aku
tidak akan pernah berharap kau bisa begitu, tapi kau kini terlanjur membuatku
jatuh tersipu.
Kau tetap
berlari, berlari dan kau tidak akan pernah merasa lelah. Kau bilang itu kesenanganmu.
Memang, kau
tidak pernah memintaku untuk berlari dibelakangmu.
Memang, kau
tidak pernah memberikan harapan atas kemenanganku.
Dan meman,g ini
semua hanya salahku.
Aku yang membiarkanmu
memandangku seolah kaulah pemegang kuasa atas rasaku.
Namun berlari,
sudah menjadi riwayatku untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar