Kamis, 27 Maret 2014

Berlari


Berlari mengejarmu dalam senja yang meninggalkan petang
Kau sesekali menoleh memberiku celah untuk tersenyum, tapi kau tetap berlari.
Terkadang aku lelah dan berhenti, kau terus berlari bahkan sampai mataku tak mampu menangkap bayangmu lagi.
Dipersimpangan mana mungkin kau akan berbelok. Lalu muncul lagi jauh di depanku, namun masih dalam batas pandangku.
Berhenti sejenak, kau mencoba mengoyak rasaku lewat senyummu. Dan membuatku semakin layu.
Dulu aku tidak akan pernah berharap kau bisa begitu, tapi kau kini terlanjur membuatku jatuh tersipu.
Kau tetap berlari, berlari dan kau tidak akan pernah merasa lelah. Kau bilang itu kesenanganmu.
Memang, kau tidak pernah memintaku untuk berlari dibelakangmu.
Memang, kau tidak pernah memberikan harapan atas kemenanganku.
Dan meman,g ini semua hanya salahku.
Aku yang membiarkanmu memandangku seolah kaulah pemegang kuasa atas rasaku.
Namun berlari, sudah menjadi riwayatku untukmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar